Prosedur Pengajuan Keberatan Nasabah

  1. Nasabah penyimpan bank yang dicabut izin usahanya yang memiliki simpanan yang ditetapkan sebagai simpanan tidak layak dibayar berdasarkan hasil rekonsiliasi dan verifikasi, apabila merasa dirugikan atas penetapan simpanan tidak layak dibayar tersebut dapat mengajukan keberatan kepada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), yang didukung dengan bukti yang nyata dan jelas.
  2. LPS menindaklanjuti keberatan yang diajukan nasabah, apabila keberatan tersebut sekurang-kurangnya memenuhi syarat dan kriteria sebagai berikut :
    1. keberatan diajukan nasabah secara tertulis, selambat-lambatnya dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak tanggal pengumuman hasil verifikasi yang menetapkan status simpanan yang bersangkutan dinyatakan tidak layak dibayar;
    2. Surat pengajuan keberatan secara substansi mengandung makna keberatan terhadap hasil penetapan simpanan nasabah yang bersangkutan sebagai simpanan tidak layak dibayar dan paling kurang memuat rincian informasi simpanan dan alasan keberatan; dan
    3. Pengajuan keberatan disertai fotokopi dokumen yang dapat dinyatakan sebagai bukti nyata dan jelas yang menjadi dasar/alasan pengajuan keberatan. Bukti minimal yang harus disertakan adalah :
      1. bukti simpanan (buku tabungan/bilyet/giro)
      2. Identitas diri nasabah (KTP/SIM/PASPOR)
      3. bukti setor yang sah
      4. dokumendokumen lainnya yang dapat dinyatakan sebagai bukti nyata dan jelas untuk dijadikan dasar/alasan pengajuan keberatan 
  3. Dalam hal LPS menerima keberatan nasabah sebagaimana dimaksud, LPS melakukan reklasifikasi atas status simpanan nasabah menjadi simpanan layak dibayar dan melakukan pembayaran sesuai penjaminan berikut bunga yang wajar sebagai pengganti (kompensasi) atas kerugian yang diderita nasabah akibat hilangnya kesempatan berinvestasi.

*) sedang dalam proses penyusunan dalam PLPS